Sunday, February 27, 2011

Bagaimana Cara Menghitung Gempa?


Jakarta – Skala Richter (SR) sebenarnya bukanlah alat melainkan formula matematika. Lalu bagaimana gempa diukur secara lebih akurat?.

Terdapat banyak skala modern yang bisa digunakan untuk menghitung besarnya gempa, dan yang paling umum adalah momen besar. Hal ini memungkinkan pengukuran gempa lebih tepat dari SR.

Jaringan stasiun pemantauan geologi (seismograf) memungkinkan ilmuwan menghitung waktu gempa, lokasi dan besarnya. Seismograf merekam jejak zigzag yang menunjukkan bagaimana tanah bergetar di bawah instrumen. Seismograf sensitif dapat mendeteksi gempa kuat dari sumber manapun di dunia.

Menurut US Gelogical Survey (USGS), berdasarkan besarnya, gempa memiliki kelasnya masing-masing. Peningkatan satu angka, katakanlah 5,5 menjadi 6,5, berarti besar gempa 10 kali lebih besar.

Sementara gempa diklasifikasikan dalam beberapa tingkatan. Hebat, jika besar gempa lebih dari atau sama dengan 8,0. ini Berpotensi besar menghancurkan. Mayor, besar gempa antara 7-7,9 dan berpotensi menimbulkan kerusakan parah. Kuat, besar gempa antara 6-6,9. Berpotensi menimbulkan kerusakan besar.

Moderat, besar gempa antara 5-5,9. Berpotensi menimbulkan kerusakan cukup besar. Ringan, besar gempa antara 4-4,9. Berpotensi menimbulkan kerusakan moderat. Minor, besar gempa antara 3-3,9. Mikro, besar gempa kurang dari 3. Umumnya tak dirasakan orang.
 
 
 
http://takunik.blogspot.com/2010/11/bagaimana-cara-menghitung-gempa.html?utm_source=BP_recent